sdmumtaz

2014 gedung baru semangat baru More »

sdmumtaz

2014 gedung baru semangat baru More »

sdmumtaz

2014 gedung baru semangat baru More »

sdmumtaz

2014 gedung baru semangat baru More »

sdmumtaz

2014 gedung baru semangat baru More »

sdmumtaz

2014 gedung baru semangat baru More »

 

Sepirit Baru SD Muhammadiyah 1 – 2 Taman – Sidoarjo

1

MUMTAZ sebuah  kata  bahasa  Arab  yang  berarti excelent atau  kesempurnaan  nilai.  Kata  inilah  yang dipilih menjadi brandingbaru SD Muhammadiyah 1-2 Taman  Sidoarjo.  Istilah  ini  awalnya  digagas  Fatchul Mubarok,  S.Ag.,  M.Pd,  wakil  kepala  sekolah  SD Muhammadiyah 2 Taman, berikut kisahnya. Suatu  hari  dalam  sebuah  pertemuan Musyawarah  Kelompok  Kepala  Sekolah  (MKKS) antar  SD  Muhammadiyah  sewilayah  Sidoarjo, 17Fatchul  tercengang  saat  membaca  daftar  nama SD  Muhammadiyah.  Sebab,  hampir  semua  sekolah memiliki  teksline  yang  menarik.

Sedangkan  sampai hari itu sekolah dia belum memiliki nama keren. Di  tengah brainstooming itulah  munculnya  kata “Mumtas”  akronim  dari  Muhammadiyah  1-2  Taman Sidoarjo.  Ketika  memikirkan  kata  mumtas  spontan Fatchul  teringat  kata  serupa  yang  kerap  diucapkan dosennya saat ia kuliah dulu. “Saat  kuliah  dulu.  Saya  pernah  mengikuti program pendalaman bahasa Arab. Salah satu dosen di sana selalu memotivasi mahasiswanya agar mampu meraih nilai mumtas,” terang Fatchul.

18Untuk lebih meyakinkan. Sesampainya di rumah Fatchul  langsung  buka-buka  kamus  bahasa Arab  dan searchinginternet. Akhirnya ketemulah kata aslinya dalam  bahasa  Arab  sesuai  ejaan  yang  benar  yakni MUMTAZ = excelentatau perfect(nilai sempurna). Fatchul  kemudian  membawa  kata  mumtaz itu  dalam  diskusi  MKKS  dengan  maksud  untuk mendapatkan  saran  dan  kritik  dari  para  kepala sekolah lainnya. Alhamdulillah, hampir semua kepala sekolah setuju dengan nama itu. Maka “SD MUMTAZ” resmi  menjadi  slogan  baru  bagi  SD  Muhammadiyah 1-2 Taman dan segera di-getoktular-kan. Mumtaz  diharapkan  menjadi  spirit  baru  yang dapat memotivasi kinerja seluruh guru dan karyawan agar  selalu  berusaha  meraih  predikat  terbaik. Terbaik  dalam  memberikan  ilmu  bagi  siswa  dan terbaik dalam melayani wali murid. Agar lebih ingat pada motto tersebut, maka kata Mumtaz pun tertulis jelas di seragam dan kartu pegawai semua guru dan karyawan.19

Sedangkan  untuk  siswa,  spirit  Mumtaz diterjemahkan  ke  dalam  5  prinsip  wajib  yang  harus dimiliki  setiap  siswa.  Yakni  meliputi  sikap;  Taqwa, Jujur,  Santun,  Peduli  dan  Disiplin.  Kelima  prinsip tersebut dilambangkan dalam gerakan tubuh. Berupa gerakan  menggenadakan  tangan  ke  langit  (simbol taqwa),  membuka  tangan  (simbol  jujur),  telapak tangan  menyembah  (simbol  santun),  menyilangkan tangan  ke  pudak  (simbol  peduli)  dan  mengepalkan tangan (simbol disiplin). “Ketika seseorang mengucapkan kata mumtaz di depan  siswa  kami,  spontan  mereka  akan  menjawab Taqwa,  Jujur,  Santun,  Peduli  dan  Disiplin  sambil melakukan gerakan simbolis,” tegas Fatchul. Fatchul  pun  punya  strategi  branding  agar  nama mumtaz mampu menancap tajam di ingatan seluruh warga  sekolah  dan  masyarakat  di  sekitar  sekolah. Ia  memimpikan  adanya  Mobil  Mumtaz,  Koperasi Mumtaz,  Mumtaz  Sound  System,  Mumtaz  Tour  & Travel. Bahkan, adanya gedung pertemuan Mumtaz. “Bisa saja hall baru di gedung SD Muhammadiyah 1 Taman diberi nama Mumtaz Convention Hallatau Mumtaz Ballroom,” ujar Fatchul.(*)

Jika Aku Menjadi Camat

10Bagaimana rasanya menjadi orang nomor satu di suatu daerah coba dirasakan siswa SD Mumtaz. Adalah Taszkia  Aulia  Putri (5-A) dan  Zaky Sultan  R. (5-B)  berkesempatan  merasakan  duduk  dikursi  camat  Taman.  Tidak  mustahil  dia  atau  teman sekolahnya  kelak  benar-benar  menjadi  camat Taman. Kesempatan sangat berharga tersebut terlaksana berkat  bantuan AHMAD  MISBAHUL  MUNIR (Misbah) selaku  camat  Taman  periode  sekarang. 

Kakak Beradik Jago Karate

15Setelah  A’yun  edisi  pertama pembaca  dikenalkan  dua anak  kakak  beradik  jago dalam olah raga wushu. Satu lagi pasangan adik kakak siswa SD Muhammadiyah  1-2  Taman  yang berprestasi di olahraga Karate. Mereka  adalah  Nathania Nurmala  N.A. (Bella)  siswi  kelas 6-D  dan Rahima  Rakha  Kaffirara A. (Rara)  siswi  kelas  4-A.  Kakak beradik ini berhasil menyabet juara dalam banyak kejuaraan karate di beberapa  kota.  Khususnya  dalam kategori Kata (eksebisi) kelompok

usia. Bella masuk dalam kelompok Kata kelas Pemula (9-12 tahun) dan Rara  di  kelompok  Kata  kelas  Pra Pemula / usia dini (6-8 tahun). Prestasi  yang  mereka  raih  di antaranya  memenangkan  juara karate  piala  Gubenur  2013  di Jombang.  Bella  juara  1  dalam kelas  Kata  beregu  bersama  2 teman lainnya. Serta juara 3 kelas  perorangan dalam kejuaraan karate piala Koni Jatim di Sidoarjo.

Mempopulerkan Hari Angklung

7UNESCO PBB dalam rapatnya di Nairobi (Kenya) pada  16  Nopember  2010  menetapkan  Angklung sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia. Meski belum ada penetapan resmi Hari Angklung Nasional/Internasional,  namun  3  tahun  pengakuan  dunia atas  Angklung  patut  untuk  diperingati.  Seperti yang dilakukan siswa SD Muhammadiyah 1-2 Taman Sidoarjo. Jum’at  pagi  (15/11)  belasan  siswa  SD  yang tergabung  dalam  eskul  Angklung  ini  mengadakan peringatan  Hari Angklung  dengan  cara  unik.  Yakni dengan “Ngamen” menggunakan angklung di salah satu TL alun-alun kota Sidoarjo. Saat lampu merah menyala,  siswa  buru-buru  bernyanyi  mendekati pengguna jalan satu per satu layaknya pengamen. Siswa  juga  bagikan  stiker  bertuliskan: Bangga Miliki  Angklung  Warisan  Budaya  Dunia  Asli Indonesia.8

Hal  ini  bertujuan  untuk  menumbuhkan rasa  memiliki  sekaligus  bangga  pada  angklung yang  dewasa  ini  makin  ditinggalkan  masyarakat.

Buktinya,  di  SD  Muhammadiyah  1-2  Taman  sendiri ekskul Angklung yang sudah ada sejak tahun 1980-an makin tahun sepi peminat. Akibatnya, di tahun ajaran 2013-2014 eskul Angklung ditiadakan karena tidak ada peminat. POPULERKAN HARI ANGKLUNG Siswa SD Ngamen pakai Angklung dan Konstum Timnas.

Seikat Sapulidi Untuk KPUD

6Kerusuhan  kota  Probolinggo yang  dipicu  permasalahan Pilkada  kemarin  lusa  menjadi perhatian  tersendiri  bagi  sekolah SD  Muhammadiyah  1-2  Taman Sidoarjo. Senin pagi (2/9) sekolah ini  mengajak  beberapa  siswanya mengunjungi  kantor  Komisi Pemilian  Umum  Daerah  (KPUD) Sidoarjo.  Kunjungan  dadakan/spontanitas  tersebut  bertujuan untuk  memberi  dukungan  moril sekaligus apresiasi terhadap tugas KPU/KPUD. Bahkan.  Siswa  SD  Muhammadiyah  1-2  Taman  membawa kado  istimewa  untuk  petugas KPUD  Sidoarjo,  yakni  berupa SEIKAT  SAPU  LIDI  sebagai  simbol  persatuan.  Menariknya  lagi,  sapu lidi  itu  dibawa  beberapa  siswa termasuk 4 siswa dengan memakai topeng  wajah  “TERSENYUM”  dari keempat  kontestan  pemilihan gubenur (pilgub) Jawa Timur. Seperti  diketahui  pada  29 Agustus  2013  kemarin  seluruh masyarakat Jawa Timur mengikuti hajatan  untuk  memilih  secara langsung  calon  gubenur  mereka yang  akan  memimpin  Jawa  Timur lima tahun ke depan (2013-2018).

Sabet Piala Kapolres

16Satu lagi prestasi membanggakan  berhasil  ditorehkan salah satu siswa terbaik SD Muhammadiyah 1-2 Taman. Dialah Khoirun Alfi Shahriani(Alfi) kelas  5-D  yang  berhasil  menyabet juara 2 lomba tartil piala Kapolres Sidoarjo  dalam  peringatan  hari Anti Narkoba tahun 2013. Kemampuan tartil Alfi terasah tidak  hanya  di  sekolah  saja,  tapi juga  ditambah  dengan  mengikuti lantihan tartil di rumah. Tepatnya di Taman Pendidikan Al Qur’an atau TPQ Al Hidayah di dekat rumahnya.

Alfi  mengaji  Al  Qur’an  di  TPQ  ini setiap  hari  sehabis  sholat  Subuh. Artinya,  tiap  pagi  setiap  hari  Alfi berlatih mengaji Tartil Al Qur’an.Putri  pasangan  Ahmad Muslim  dan  Ainul  Inayah  warga Megare  Ngelom  RT  02/RW  01 Taman Sidoarjo ini, mengaku baru pertama  kali  mengikuti  lomba tartil Al Qur’an.“Alhamdulillah,  baru  sekali ikut  lomba  tartil  langsung  juara. Subhanallah,” cetus Alfi. Dalam  lomba  tartil  piala kapolres  peserta  tiap  sekolah dibatasi  hanya  mengirimkan  2 peserta  agar  bisa  merata  diikuti perwakilan  seluruh  sekolah  di wilayah Sidoarjo. “Saat  mengikuti  lomba  cuma saya  dan  seorang  teman  diantar guru  mengikuti  lomba  ke  kantor polres Sidoarjo,” terang Alfi.